Tradisi
Hidup Tertib, Teratur, dan Mematuhi Hukum adalah Islam
Oleh : Dr. H. Muh. Yahya Agil, MM
Tertib dan teratur dan taat hukum merupakan
suatu sikap yang sangat baik dalam sendi kehidupan kita. Tertib akan menjadikan
segalanya teratur dan menyenangkan. Tanpa adanya ketertiban, maka akan terjadi
kekacauan. Kita semua mengetahui bahwa keteraturan sesungguhnya diperlukan agar
lingkungan sekitar kita menjadi nyaman. Demikian juga ketaatan kita akan hukum.
Malangnya, budaya tertib dan taat hukum ternyata
susah ditegakkan. Orang mungkin merasa enggan atau keberatan melakukan budaya
tertib dan taat hukum yang seharusnya mudah dilakukan.
13 Keutamaan Hidup tertib, teratur dan taat hukum dalam Islam
Hidup tertib, teratur
dan taat hukum menjadi salah satu tradisi yang diajarkan dalam Islam.
Hidup tertib, teratur dan taat hukum sangat diperlukan dalam kehidupan kita
sehari-hari, apalagi sikap hidup tertib, teratur dan taat hukum sangat
berpengaruh pada kesuksesan kita di masa depan. Islam adalah agama yang mengajarkan
kelembutan tapi juga ketertiban dan keteraturan. Sebagai contoh, waktu sholat fardhu yang
mempunyai batasan waktu awal dan akhir sehingga setiap Muslim harus sholat
tepat di waktu sholat yang telah ditentukan, jika tidak maka sholatnya dianggap
tidak sah. Hidup tertib dan teratur juga
merupakan sifat orang
yang bertakwa. Ada banyak keutamaan Hidup tertib, teratur dan taat
hukum dalam Islam,diantaranya adalah:
1.
Bentuk
ketaatan pada Allah SWT
Allah SWt berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟
أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن
تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ
تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ
تَأْوِيلًا
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah
dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu
berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al
Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan
hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya.”(Q.S.An-Nisa:59)
Allah telah menyuruh kita untuk taat kepada Allah SWT
dan Rasul-Nya, disiplin adalah salah satu bentuk taat pada peraturan, terutama
aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
2.
Menghindari
sifat lalai
Dengan hidup tertib dan teratur, tentunya kita akan
selalu berusaha mengerjakan segala sesuatunya dengan tepat waktu. Dengan
begini, berarti kita telah menghindari diri dari sifat lalai terhadap waktu.
Imam Ali Ra. berkata, “Seorang muslim harus memetakan waktunya dalam satu
hari menjadi tiga bagian: waktu untuk menyembah Allah, waktu untuk mencari
nafkah, dan waktu untuk kepentingan pribadi dalam hal materi.” Seperti
pepatah yang mengatakan ‘waktu adalah uang’, maka kita harus menggunakan waktu
dengan sebaik mungkin karena waktu yang hilang tidak akan pernah bisa kembali.
3.
Mudah dalam
mencari rezeki
Sikap hidup tertib dan teratur merupakan jalan
mendapatkan keberuntungan, sebagaimana firman Allah SWT:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟
إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ
ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: “Hai orang-orang beriman, apabila diseru
untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah
dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu
mengetahui.”(Q.S. Al Jumuáh:9)
فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ
فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟
ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka
bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah
banyak-banyak supaya kamu beruntung .”(Q.S. Al Jumuáh:10)
Jika kita hidup tertib dan teratur, terutama dalam hal
ibadah, maka Allah akan memudahkan jalan kita dalam mencari rezeki. Tidak perlu
takut untuk kehilangan pelanggan saat sholat, karena Allah akan memberikan
jalan rezeki yang jauh lebih baik bagi mereka yang sholat tepat waktu. Allah
juga tidak memerintahkan kita untuk beribadah secara terus-menerus, Allah juga
menyuruh kita untuk mencari karunia-Nya sebanyak mungkin.
4.
Dunia
akhirat yang seimbang
Dengan Hidup tertib, teratur dan taat hukum, kita
dapat menyeimbangkan kepentingan dunia dan kepentingan akhirat dengan baik.
Sebagaimana firman Allah SWT:
وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ
ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن
كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ
Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu
melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan.”(Q.S. Al Qashash:77)
5.
Menjadi ahli
dalam bidangnya
Orang yang sukses dalam bidangnya adalah orang yang hidup
tertib dan teratur dalam mengejar kesuksesannya. Jika Anda punya keahlian dalam
bidang tertentu, maka gunakan dan asahlah dengan baik karena keterampilan tanpa
tradisi tertib dan teratur hanya kaan menjadi sia-sia. Sebagaimana firman Allah
SWT:
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ
شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا
Artinya: “Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut
keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar
jalannya.”(Q.S. Al Isra’:84)
Dari ayat di atas, dapat kita ketahui bahwa Allah
memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu yang memang menjadi kemampuan atau
keahlian kita.
6.
Hidup
menjadi lebih teratur
Al-Quran yang merupakan kalam Allah yang juga pedoman
hidup kita telah mengajarkan ketertiban agar membuat hidup menjadi lebih
teratur.
وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا ٱلْهُدَىٰٓ
ءَامَنَّا بِهِۦ ۖ فَمَن يُؤْمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا
Artinya: “Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar
petunjuk (Al Quran), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada
Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula)
akan penambahan dosa dan kesalahan.”(Q.S. Al Jinn:13)
وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ
مُبَارَكٌ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: “Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan
yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi
rahmat.”(Q.S. Al Anáam:155)
7.
Menumbuhkan
rasa percaya diri
Jika kita sudah terbiasa Hidup tertib dan teratur ,
maka kita tidak akan ragu untuk menunjukkan keahlian kita. Kita akan jauh lebih
percaya diri dalam melakukan segala sesuatu tanpa takut akan pendapat orang. Percaya diri
dalam Islam sangat dianjurkan. Sebagaimana firman Allah SWT:
وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟
وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Artinya: “anganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah
(pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi
(derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”(Q.S. Ali Imran:139)
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى
ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ
وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Artinya: “Dan jika kamu menuruti kebanyakan
orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan
Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka
tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) .”(Q.S. Al Anaam:116)
8.
Jauh dari
maksiat
Hidup tertib, teratur dan taat hukum menjadikan kita
pribadi yang jauh lebih baik karena selalu taat pada perintah Allah dan
menjauhi larangan-Nya. Sebagaimana dalam sebuah riwayat Imam Malik: “Aku
tinggalkan dalam kalangan kamu dua perkara yang kamu tidak sekali-kali akan
sesat selagi kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu
kitab Allah dan sunnah Rasulullah,”
9.
Memupuk rasa
kepedulian
Orang yang Hidup tertib, teratur dan taat hukum akan
selalu menjalankan tanggung jawabnya dan memecahkan masalah dengan baik
sehingga tidak akan menjadi beban bagi orang lain. Rasa kepedulian
terhadap sesama juga tumbuh bersamaan dengan tanggung jawab sosial yang
dijalankannya dan menjauhkan sifat sombong
dalam Islam. Hal ini terlihat dalam ayat Al-Quran
tentang tanggung jawab, seperti berikut:
إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu
nikmat yang banyak..”(Q.S. Al Kautsar:1)
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Artinya: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan
berkorbanlah. .”(Q.S. Al Kautsar:2)
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu
dialah yang terputus.”(Q.S. Al Kautsar:3)
10.
Menjadi
pribadi yang mandiri
Hidup tertib, teratur dan taat hukum akan mengasah
seseorang menjadi pribadi yang jauh lebih mandiri. Ketertiban dan keteraturan menuntut
seseorang harus terus berjuang dalam mencapai kesuksesan.
Dari Abu Ubaid, hamba Abdurrahman bin Auf. Ia
mendengar Abu Hurairah berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh, pikulan
seikat kayu bakar di atas punggung salah seorang kamu (lantas dijual) lebih
baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, entah itu diberi atau tidak
diberi,’” (HR Bukhari).
Dari Miqdam, dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Tiada sesuap pun
makanan yang lebih baik dari makanan hasil jerih payahnya sendiri. Sungguh,
Nabi Daud AS itu makan dari hasil keringatnya sendiri,” (HR Bukhari.)
11.
Meningkatkan
perkembangan otak anak
Jika Anda mempunyai seorang anak, maka hendaknya mulai
ajarkan sikap Hidup tertib, teratur dan taat hukum pada anak Anda. Selain
berbagai keutamaan di atas yang bisa didapatkan oleh anak, otak anak juga akan
jauh lebih berkembang. Hal ini dikarenakan disiplin membuat otak terus
distimulasi untuk menemukan jalan paling baik.
12.
Jiwa yang
tenang
Tradisi hidup tertib, teratur dan taat hukum tentunya
membuat kehidupan kita jauh lebih teratur sehingga tidak ada yang perlu
dikhawatirkan atau diburu karena semuanya telah sesuai dengan jalannya. Hidup
pun menjadi lebih tenang.
13.
Menjadi
lebih peka
Orang yang terbiasa hidup tertib, teratur dan taat
hukum akan selalu tahu jika ada hal yang janggal atau salah, meskipun hal
tersebut adalah hal kecil. Hal ini karena sudah terbiasa dengan segala sesuatu
yang teratur sehingga jika ada yang aneh akan langsung diketahui.
Itulah beberapa keutamaan disiplin dalam Islam.
Menjadi pribadi yang disiplin bukanlah hal yang terlalu sulit jika Anda
mempunyai kemauan yang besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar