Minggu, 11 Februari 2018

FUNGSI PERLINDUNGAN DAN PENGAYOMAN Oleh: H. Abdul Aziz Abbas, LC., (materi khutbah jum'at masjid PTIK, tanggal 9-02-2018)



الحمد لله نحـمـده  نســــتعـينه   وتســتهـديه  ونســتغـفره.  ونعـوذ بالله  مـن شــرور أنفســنا  ومـن  سـيئاتنا أعمالنا . مـن يهـد اللـه فـلا  مضـل لـه .  ومـن يضـلل  فـلا هـادى لـه,   وأشـهـد أن لا الــه إلا اللــه وحـــده لا شــريك لـه. وأشـهـد أن مـحـمـدا  عبـده  ورســولـه,  اللهــم فـصـل وســلم وبارك  عـلى سـيدنا مـحـمـد وعـلى آلـه وصـحـبه  ومـن تبع لســـنته  إلى يوم  القيامــــة.

أما بعــــــــد: أيهــا الناس ! أوصـيكم  وإياي بتقــوى  اللـــه فقــد فاز المتــــقون.
Jama'ah jum'at rahimakumullah'

Allah Ta’ala mensifati diri-Nya dengan sifat-sifat keagungan, keindahan dan kesempurna-an. Nama-nama-Nya sungguh indah dan sifat-sifat-Nya tinggi dan mulia. Dia menciptakan dan hebat dalam menciptakan, begitu kokoh dan akurat ciptaan-Nya. Sebagai bukti kesem-purnaan hikmah dan kekuasaan-Nya adalah Dia ciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan; diciptakan-Nya sesuatu dengan lawannya, siang dengan malam, pria dengan wanita, kebaikan dengan keburukan.

Seorang hamba tidak akan terlepas dari penghambaan kepada-Nya dalam kondisi apapun, ia memohon kepada-Nya kebaikan dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan.
Firman Allah:
 “Hai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15).

Dialah Allah Yang dimohon pertolongan-Nya dalam kesulitan dan ketika bencana melanda. Firman Allah: (Annaml : 62)
 “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusa-han.” (QS. An-Naml: 62).

Allah memerintahkan para hamba-Nya me-nyampaikan permohonan hanya kepada-Nya, dan berjanji mengabulkan permohonan mereka. Ini merupakan hak prerogatif Allah yang tidak ada hak bagi siapapun untuk menyampuri-Nya. Salah satu permohonan/doa kepada Allah adalah berlindung kepada-Nya dari apapun yang engkau takuti. Itu merupakan ibadah diantara ibadah-ibadah yang paling agung, karena di dalamnya terkandung penga-gungan kepada Allah dan keterikatan hati dengan-Nya serta memurnikan-Nya dalam berdoa dan pengakuan atas kemiskinan diri kepada-Nya. Maka terukur dengan kesunggu-han seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah, datangnya solusi yang ia butuhkan.

Barangsiapa yang tingkat penghambaannya kepada Allah lebih besar, maka lebih kuat pula permohonannya akan perlindungan Allah dan penyandaraannya kepada-Nya. Para Rasul, mereka berlindung kepada Allah dalam kondisi krisis dan kesulitan dan untuk menolak bala’ dan malapetaka.
Nabi Yusuf ‘alaihissalam berlindung kepada Allah dari fitnah (pencemaran namanya). Firman Allah:

Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” (QS. Yusuf: 23).

Kebijakan Allah telah menentukan bahwa setiap muslim itu ada musuhnya dari setan-setan dalam sosok manusia dan jin :

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan [dari jenis] manusia dan [dan jenis] jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu.” (QS. Al-An’am: 112).

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia, syaitan merupakan asas dari segala kejahatan dan malapetaka. Setan berusaha dengan segala cara untuk mencelakakan dan me-nyengsarakan manusia. Tidak ada keselama-tan dari kejahatan syaitan dan para prajuritnya kecuali dengan mohon perlindungan kepada Allah Ta’ala. Barangsiapa yang berpegang teguh kepada Allah dan memurnikan niat karenaNya serta bertawakal kepadaNya, maka setan tidak akan mampu menggelincirkan dan menyesatkannya.

Organ-organ tubuh manusia itu diliputi nafsu syahwat, maka yang terbaik adalah memfung-sikannya untuk ketaatan dan menghindarkan-nya dari keburukan, dengan disertai terus menerus memohon perlindungan kepada Allah dari dampaknya yang membahayakan.

Amal kebajikan semua positif, sedangkan perbuatan maksiat semua negatif. Maka hendaklah kita selalu melakukan ketaatan dan memohon kepada Allah terkabulnya amal kita dan tetap konsisten melakukannya. Jauhilah maksiat dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari bahaya maksiat.

Seorang mukmin berjalan menuju Allah de-ngan khouf (rasa takut), rojaa’ (penuh berha-rap), dan mahabbah (kecintaan). Diantara tanda orang-orang yang takut kepada Allah adalah ia sering berlindung dari adzab Allah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: اللهُمَّ، إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Jika salah seorang dari kalian bertasyahhud maka hendaklah ia memohon perlindungan dari 4 perkara, ia berkata ; Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari adzab neraka Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan keburukan fitnahnya Dajjal.” (HR. Muslim).

Barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah dari neraka sebanyak 7 kali maka Allah akan melindunginya dari neraka.

Dan selanjutnya kaum muslimin sekalian, sesungguhnya tempat memohon perlindungan hanyalah Allah semata, tiada Pencipta selain-Nya, tiada yang disembah selainNya, tiada tempat bersandar, dan tiada tempat keselamatan dari-Nya kecuali kepadaNya.

Barangsiapa yang bergantung kepada Allah dan mecurahkan hajatnya kepada Allah maka Allah akan mencukupkannya dan menjaganya, dan Allah akan mendekatkan baginya seluruh yang jauh dan memudahkan baginya seluruh yang sulit.

Maka hendaknya seorang muslim meng-gantungkan hatinya kepada Allah dan berlin-dung kepada-Nya, dan janganlah ia bosan dari memperbanyak memohon perlindungan, dengan isti’adzah (memohon perlindungan kepada Allah) maka ia telah beribadah kepada Rabnya dan menjaga dirinya, dan dengannya ia meraih kebahagiaan dan kemuliaannya.

Semoga Allah senantiasa memberikan per-lindungan dan pengayomannya kepada kita, agar kita selalu memperoleh keselamatan dan kesuksesan dunia dan akherat.

Semoga kita semua mendapatkan husnul khatimah, amien.
بارك الله لى ولكم فى  القرآن العظيم
 ونفعنى واياكم بما فيه من   الأيات وذكر الحكيم
 وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم.
 فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم  ,
وادعوا  الله لعلكم  ترحمون

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daarul Ilmi 2015