الحمد لله نحـمـده نســــتعـينه وتســتهـديه ونســتغـفره. ونعـوذ بالله مـن شــرور أنفســنا ومـن سـيئاتنا أعمالنا . مـن يهـد اللـه فـلا مضـل لـه . ومـن يضـلل فـلا هـادى لـه, وأشـهـد أن لا الــه إلا اللــه وحـــده لا شــريك لـه. وأشـهـد أن مـحـمـدا عبـده ورســولـه, اللهــم فـصـل وســلم وبارك عـلى سـيدنا مـحـمـد وعـلى آلـه وصـحـبه ومـن تبع لســـنته إلى يوم القيامــــة.
أما بعــــــــد: أيهــا الناس ! أوصـيكم وإياي بتقــوى
اللـــه فقــد فاز المتــــقون.
Jama'ah jum'at rahimakumullah'
Allah Ta’ala mensifati
diri-Nya dengan sifat-sifat keagungan, keindahan dan kesempurna-an.
Nama-nama-Nya sungguh indah dan sifat-sifat-Nya tinggi dan mulia. Dia
menciptakan dan hebat dalam menciptakan, begitu kokoh dan akurat ciptaan-Nya.
Sebagai bukti kesem-purnaan hikmah dan kekuasaan-Nya adalah Dia ciptakan segala
sesuatu berpasang-pasangan; diciptakan-Nya sesuatu dengan lawannya, siang
dengan malam, pria dengan wanita, kebaikan dengan keburukan.
Seorang hamba tidak akan terlepas
dari penghambaan kepada-Nya dalam kondisi apapun, ia memohon kepada-Nya
kebaikan dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan.
Firman Allah:
“Hai
manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya
[tidak memerlukan sesuatu] lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15).
Dialah Allah Yang dimohon
pertolongan-Nya dalam kesulitan dan ketika bencana melanda. Firman Allah:
(Annaml : 62)
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang
yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan
kesusa-han.” (QS. An-Naml: 62).
Allah memerintahkan para hamba-Nya
me-nyampaikan permohonan hanya kepada-Nya, dan berjanji mengabulkan permohonan
mereka. Ini merupakan hak prerogatif Allah yang tidak ada hak bagi siapapun
untuk menyampuri-Nya. Salah satu permohonan/doa kepada Allah adalah berlindung
kepada-Nya dari apapun yang engkau takuti. Itu merupakan ibadah diantara
ibadah-ibadah yang paling agung, karena di dalamnya terkandung penga-gungan
kepada Allah dan keterikatan hati dengan-Nya serta memurnikan-Nya dalam berdoa
dan pengakuan atas kemiskinan diri kepada-Nya. Maka terukur dengan kesunggu-han
seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah, datangnya solusi yang ia
butuhkan.
Barangsiapa yang tingkat
penghambaannya kepada Allah lebih besar, maka lebih kuat pula permohonannya
akan perlindungan Allah dan penyandaraannya kepada-Nya. Para Rasul, mereka
berlindung kepada Allah dalam kondisi krisis dan kesulitan dan untuk menolak
bala’ dan malapetaka.
Nabi Yusuf ‘alaihissalam
berlindung kepada Allah dari fitnah (pencemaran namanya). Firman Allah:
Yusuf berkata: “Aku berlindung
kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” (QS. Yusuf: 23).
Kebijakan Allah telah menentukan
bahwa setiap muslim itu ada musuhnya dari setan-setan dalam sosok manusia dan
jin :
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi
tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan [dari jenis] manusia dan [dan
jenis] jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain
perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu.” (QS. Al-An’am: 112).
Setan adalah musuh yang nyata bagi
manusia, syaitan merupakan asas dari segala kejahatan dan malapetaka. Setan
berusaha dengan segala cara untuk mencelakakan dan me-nyengsarakan manusia.
Tidak ada keselama-tan dari kejahatan syaitan dan para prajuritnya kecuali
dengan mohon perlindungan kepada Allah Ta’ala. Barangsiapa yang
berpegang teguh kepada Allah dan memurnikan niat karenaNya serta bertawakal
kepadaNya, maka setan tidak akan mampu menggelincirkan dan menyesatkannya.
Organ-organ tubuh manusia itu
diliputi nafsu syahwat, maka yang terbaik adalah memfung-sikannya untuk
ketaatan dan menghindarkan-nya dari keburukan, dengan disertai terus menerus
memohon perlindungan kepada Allah dari dampaknya yang membahayakan.
Amal kebajikan semua positif, sedangkan
perbuatan maksiat semua negatif. Maka hendaklah kita selalu melakukan ketaatan
dan memohon kepada Allah terkabulnya amal kita dan tetap konsisten
melakukannya. Jauhilah maksiat dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari
bahaya maksiat.
Seorang mukmin berjalan menuju
Allah de-ngan khouf (rasa takut), rojaa’ (penuh berha-rap), dan mahabbah
(kecintaan). Diantara tanda orang-orang yang takut kepada Allah adalah ia
sering berlindung dari adzab Allah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
إِذَا تَشَهَّدَ
أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ، يَقُولُ: اللهُمَّ، إِنِّى
أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ
الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Jika salah seorang dari kalian
bertasyahhud maka hendaklah ia memohon perlindungan dari 4 perkara, ia berkata
; Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari adzab neraka Jahannam, dari adzab
kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan keburukan fitnahnya Dajjal.”
(HR. Muslim).
Barangsiapa yang meminta
perlindungan kepada Allah dari neraka sebanyak 7 kali maka Allah akan
melindunginya dari neraka.
Dan selanjutnya kaum muslimin
sekalian, sesungguhnya tempat memohon perlindungan hanyalah Allah semata, tiada
Pencipta selain-Nya, tiada yang disembah selainNya, tiada tempat bersandar, dan
tiada tempat keselamatan dari-Nya kecuali kepadaNya.
Barangsiapa yang bergantung kepada
Allah dan mecurahkan hajatnya kepada Allah maka Allah akan mencukupkannya dan
menjaganya, dan Allah akan mendekatkan baginya seluruh yang jauh dan memudahkan
baginya seluruh yang sulit.
Maka hendaknya seorang muslim meng-gantungkan
hatinya kepada Allah dan berlin-dung kepada-Nya, dan janganlah ia bosan dari
memperbanyak memohon perlindungan, dengan isti’adzah (memohon perlindungan
kepada Allah) maka ia telah beribadah kepada Rabnya dan menjaga dirinya, dan
dengannya ia meraih kebahagiaan dan kemuliaannya.
Semoga
Allah senantiasa memberikan per-lindungan dan pengayomannya kepada kita, agar
kita selalu memperoleh keselamatan dan kesuksesan dunia dan akherat.
Semoga kita semua
mendapatkan husnul khatimah, amien.
بارك الله لى ولكم فى القرآن
العظيم
ونفعنى واياكم بما فيه من الأيات وذكر الحكيم
وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو
السميع العليم.
فاستغفروه إنه هو الغفور
الرحيم ,
وادعوا الله لعلكم
ترحمون
Tidak ada komentar:
Posting Komentar